AKPER PEMKOT TEGAL

Hidup adalah Proses Belajar dan Berjuang Tanpa Batas

Archive for the ‘ISLAMIC NURSING’ Category

RAHASIA THAHARAH (WUDLU), SHALAT DAN DZIKIR DALAM TINJAUAN KESEHATAN

Posted by joe pada 08/12/2010

Kesadaran beragama seseorang dalam berislam pada dasarnya adalah kesadaran akan keesaan Tuhan. Firman Allah SWT. “Fa’lam annahu laa ilaahaillallah” (QS.Muhammad: 9) sebagai sebuah tradisi religius yang utuh, islam tidak hanya membahas apa yang wajib dan yang dilarang untuk dilakukan, tetapi juga membahas apa yang perlu diketahuinya. Dengan kata lain, islam adalah sebuah cara berbuat dan melakukan sesuatu sekaligus sebuah cara untuk mengetahui.Aspek mengetahui adalah aspek yang lebih penting, karena secara esensial islam adalah agama pengetahuan.

Thaharah, Shalat dan dzikir merupakan ibadah yang esensial bagi muslim tanpa kecuali. Ibadah ini tidak pernah gugur kewajibanya oleh sebab apapun, sementara ibadah lainya (puasa, zakat dan haji) dapat gugur kewajibanya karena syarat istiho’ah (kemampuan). Oleh karenanya, wajib bagi setiap kita untuk mengetahui syariatnya secara global maupun detailnya. Selanjutnya wajib bagi kita untuk melaksanakan sesuai dengan ilmu yang kita ketahui tentang terhadap kesempurnaan islam seerti firman Allah SWT “ al-yauma akmaltu lakum dienukum wa atmamtu ‘alaikum ni’matii wa rodliitu lakum al-islama dienna”.(QS.AlMaidah:3)

Pemahaman Islam tentang menjaga kesehatan

Dalam kedokteran islam, kesehatan adalah keadaan seseorang secara alamiah atau normal yang dalam keadaan itu Tuhan menciptakan manusia (Fitrah). Penekanan besar yang diberikan pada pencegahan penyakit adalah konsekuensi langsung dari ajaran syariat islam. ”Ightanim khomsan qabla khomsin;….sihataka qabla saqamika…” Kita harus menjaga dan menghargai ksehatan diri, yang merupakan Pemberian Tuhan sebelum ditimpa pnyakit. Tanggapan demikian melibatkan semua aspek eksistensi, spiritual, psikologis dan fisik seseorang.

Penyakit dipandang sebagai fenomena multidimensi yang tidak boleh direduksi menjadi aspek kedokteran/pengobatan semata. Ada Hadits yang menyatakan bahwa: sehat menjadi penghubung antara kamu dengan Tuhanmu. Dan banyak lagi yang menekankan nilai positif sakit, dan mengemukakan signifikansi spiritual dan sosialnya.

Thaharah sangat bertepatan dengan prinsip-prinsip hygiene, shalat menggambarkan gerakan kehidupan fisiologis, sementara dzikir merupakan wujud eksistensi ruhiyah manusia berhubungan dengan tuhanya. Pelaksanaan syariat-syariat tersebut erat kaitanya dengan terpeliharanya kesehatan manusia secara pribadi maupun social. Telah diketahui bahwa 80-90% penyakit yang menimpa adalah akibat kebiasaan hidup yang salah, ketidak seimbangan gerak-istirahat, salah makan-minum, perubahan lingkungan karena ulah manusia., dan hilangnya ketnangan batin dan kekacauan emosional.

Wudlu, Anatomi tubuh dan konsep Hygiene

Prinsip thaharah adalah mengangkat najis dan hadats  bsar maupun kecil, sebagai syarat sahnya peribadatan yang berkaitan denganya. Dalam kesempatan ini akan dibahas pandangan kedokteran terhadap ritual wudlu. Wudlu adalah perbuatan thaharah dengan cara mencuci bagian-bagian tubuh tertentu (anggota wudlu) sesuai syariat islam (syariat dan rukun).

Kita dapat memahami bahwa anggota wudlu yang dibasuh adalah bagian-bagian tubuh yang biasanya terpapar pada dunia luar. Bagian-bagian tersebut umumnya tidak tertutup pakaian, bahkan memang menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga paling banyak mengalami kontaminasi (kotoran) dan oleh karena inilah yang secara logis paling perlu dibasuh. Inilah aspek hygiene memandang terhadap ritual wudlu.

Secara anatomis anggta wudlu terletak pada ujung-ujung tubuh (kepala,tangan,kaki). Bagian-bagian tersebut paling banyak mengandung susunan tulang dan sendi, dan banyak pula melakukan gerakan-gerakan. Dalam kaitanya dengan ritual wudlu, dimana pembasuhan anggota wudlu kebanyakan 3 kali, ada yang 1 kali, maka timbul suatu pertanyaan: “ adakah rahasia matematis hubungan ritual wudlu dengan susunan tulang dan sendi?”. Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas. Akan tetapi secara embriologis pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat penulangan, yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan ini dekat dengan bilangan hari dalam 1 tahun.

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAMIC NURSING | Dengan kaitkata: , , | 3 Comments »

NGAJI YUK…”MUHASABAH MENGINGAT MATI”

Posted by joe pada 25/11/2010

Mengingat Mati Membuat Seseorang

Ragu terhadap kehidupan di dunia yang fana ini,

Sehingga ia selalu mengingat kehidupan

Akhirat yang kekal abadi.

Seseorang tidak lepas dari dua

Keadaan saling bertolak belakang,

Seperti sempit dan lapang,

Nikmat dan cobaan.

Apabila seseorang sedang berada

Dalam sempit dan mendapat musibah,

Maka beban yang sedang menimpanya

Akan terasa lebih ringan

Apabila dia mengingat mati.

Karena mati lebih berat daripada

Musibah yang menimpanya.

Ketika seseorang mengingat mati

Ketika mendapat nikmat dan

Kelapangan, maka dia akan terhindar

Dari tipu daya yang ditimbulkan oleh

Kesenangan yang diperolehnya

(Imam al-Qurthubi)

………YA ALLAH BERILAH KEPADA KAMI BAGIAN DARI RASA TAKUT KEPADA-MU YANG BISA MENJADI PEMBATAS ANTARA KAMI DAN KEMAKSIATAN KEPADA-MU, KETAATAN KEPADA-MU YANG BISA MENGANTARKAN KAMI KE SYURGA-MU DAN KEYAKINAN, SEHINGGA MEMBUAT KAMI MERASA RINGAN DENGAN MUSIBAH-MUSIBAH DUNIA…..

Posted in ISLAMIC NURSING | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

SEJARAH KEPERAWATAN ISLAM ( RUFAIDAH BINTI SA’AD )

Posted by joe pada 17/12/2009

Tahukah saudara tokoh keperawatan dalam islam?

Siapakah sebenarnya Rufaidah Binti Sa’ad itu??

Banyak perawat-perawat muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa’ ad, banyak dari mereka yang hanya mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence Nighttingale seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris. Sesungguhnya apabila kita pingin menelaah lebih jauh lagi ke belakang jauh sebelum agama Islam menyentuh dunia barat, dunia barat saat itu mengalami masa kegelapan dan kebodohan di karenakan pada waktu itu kebijakan dari pihak gereja yang lebih banyak menguntungkan mereka, tapi disisi lain di belahan dunia lainnya yaitu Jazirah Arab dimana Islam telah di ajarkan oleh Rasulullah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan terutama dlm dunia keperawatan. Bukan berarti rasul menjadi seorang tabib tapi dalam ajaran Islam yang beliau sampaikan mengandung  ajaran dan nilai- nilai kesehatan seperti: perilaku hidup bersih dan sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri ( Personal Hygiene ), menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan, ibadah puasa, berwudhu dan lain sebagainya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in ISLAMIC NURSING | Dengan kaitkata: , , , | 6 Comments »