AKPER PEMKOT TEGAL

Hidup adalah Proses Belajar dan Berjuang Tanpa Batas

JENIS PEMERIKSAAN MEDICAL CHECK UP (MCU) BAGI CALON PEGAWAI/KARYAWAN

Posted by joe pada 22/06/2010

Apa itu Medical Check Up?


Pemeriksaan minimal lengkap yang dilakukan untuk:

  • Mengetahui penyakit sedini mungkin.
  • Mengatasi secepat mungkin gangguan kesehatan tersebut.
  • Mencegah agar penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak berlanjut.

Hasil pemeriksaan yang akurat akan diserahkan kepada anda satu minggu setelah check up dilakukan.

Jenis – Jenis Pemeriksaan yang biasanya dilakukan sebagai prasyarat memasuki dunia kerja (Calon Karyawan ) adalah :

LABORATORIUM

A. Hematologie

1
2
Hematologie Cell-dynLaju Endap Darah

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapat gambaran permasalahan seperti tanda-tanda infeksi akut atau kronis,tanda-tanda perdarahan, tanda-tanda keganasan (kanker darah), tanda-tanda anemia dengan berbagai sebab seperti : gangguan pembentukan darah, gangguan kekurangan zat besi dll.

Tanda-tanda gangguan pembekuan darah karena virus (DHF), atau tanda-tanda gangguan akibat penyakit sistemik ( Idiopatic Thrombolymphatic Purpose/ ITP, atau Systemic Lupus Erythematosis/SLE )

B.Urine     Lengkap Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya masalah penyakit dalam tubuh, dikarenakan gangguan fungsi-fungsi seperti ginjal, hati, limpa dan pankreas. Dari pemeriksaan ini juga dapat diinterpretasikan adanya masalah dengan sistem ekresi,sekresi atau metabolisme ( organ pembuangan, alat keseimbangan atau sistem yang lebih komplek)
C. KIMIA DARAH
1
2

3

4

5

6

Alkali Fosfatase
Bilirubin Total

Bilirubin Direk

SGOT *)

SGPT *)

Gamma GT *)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi hati sebagai organ yang berfungsi membentuk protein, menetralkan racun atau menetralisir hasil buangan tubuh yang berbahaya. Selain itu pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi penyakit hepatitis, saluran empedu, dan gangguan hati lain misalnya keracunan maupun gangguan nutrisi/gizi

7
8

9

Protein Total
Albumin

Globumin

Bertujuan untuk mengatahui ada tidaknya penyakit kronis, yang mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh
10
11

12

13

Cholesterol
HDL Cholesterol

LDL Cholesterol

Triglycerida

Bertujuan untuk melakukan pemeriksaan lebih spesifik terhadap fungsi metabolisme tubuh, khususnya lemak. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya resiko terhadap berbagai penyakit penting seperti penyakit jantung, otak (stroke), maupun penyakit degeneratif lain.

14
15

16

Ureum
Creatinin

Asam Urat

Bertujuan untuk melakukan pemeriksaan lebih spesifik terhadap fungsi ginjal sebagai fungsi ekresi, sekresi dan metabolisme tubuh.
17 Glucosa

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi organ regulasi karbohidrat ( gula ) dan metabolisme yang lebih umum. Dapat melakukan pemeriksaan terhadap adanya penyakit Diabetus Miletus ( DM ).

D. Hepatitis
1 HBs Ag (MEIA) *) Pemeriksaan ini untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B
II. PEMERIKSAAN DOKTER
1 Dokter THT
2 Dokter Umum
3 Dokter Gigi
III. PEMERIKSAAN LAIN – LAIN
1 Electro Cardiogram Pemeriksaan ini untuk mengetahui keadaan jantung
2 Rontgent Photo Thorax Pemeriksaan ini untuk mengetahui keadaan paru
3 Audiometri Pemeriksaan ini untuk mengetahui fungsi pendengaran
4 Spirometri Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat fungsi paru.

Keterangan Tambahan *)

HbsAg,Anti HbsAg, SGOT, SGPTdan GGT

HbsAg ( Hepatitis B Surface Antigen )

Adalah material permukaan/ kulit virus hepatitis B berisi protein yang dibuat oleh sitoplasma sel hati yang terkena infeksi dan beredar dalam darah sebelum dan selama infeksi akut, karier dan hepatitis B kronik. HbsAg tidak infeksius tetapi justru merangsang tubuh untuk membentuk antibodi.

Apabila ditemukan + ( positip ) pada darah berarti pasien mengidap HVB ( Hepatitis Virus B ). HbsAg muncul/menjadi + ( positif ) setelah 6 minggu dari infeksi dan menghilang dalam 3 bulan. Apabila HbsAg tetap ada lebih dari 6 bulan berarti menjadi kronis atau karier.

Anti HBs Ag.

Adalah antibodi terhadap HbsAg, yang muncul setelah secara klinis menderita hepatitis B. Anti HbsAg + (positip) menunjukkan adanya antibodi terhadap virus Hepatitis B yang berarti memberi perlindungan dari penyakit Hepatitis B. Apabila anti HbsAg + (positip) menetap akan memberi perlindungan terhadap infeksi HVB. Apabila titer menurun menunjukkan perlunya imunisasi ulang.

Anti HbsAg + (positip) tanpa pernah diimunisasi hepatitis B, berarti orang tersebut pernah terkena virus hepatitis B

SGOT ( Serum Glutamik Oksaloasetik Transaminase ) :

Adalah enzim transaminase sering juga disebut AST ( Aspartat Amino Transferase ) katalisator perubahan dari asam amino menjadi asam alfa ketoglutarat..

Enzim ini berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung. Pelepasan enzim yang tinggi kedalam serum menunjukkan adanya kerusakan terutama pada jaringan jantung dan hati.Pada penderita infark jantung, SGOT akan meningkat setelah 12 jam dan mencapai puncak setelah 24-36 jam kemudian, dan akan kembali normal pada hari ke tiga sampai hari kelima.

Nilai normal :

Laki-laki sampai dengan 37 U/L

Wanita sampai dengan 31 U/L

Kondisi Yang Menyebabkan Peningkatan SGOT

No Peningkatan SGOT Kondisi / Penyebab
1 Peningkatan ringan
( < 3 x normal )
  • Perikarditis
  • Sirosis Hepatis
  • Infark Paru
  • Cerebro Vascular Accident ( CVA )
2 Peningkatan Sedang
( 3 – 5 x nilai normal )
  • Obstruksi saluran empedu
  • Aritmia jantung
  • Gagal jantung kongesti
  • Tumor hati
3 Peningkatan tinggi
( > 5 x nilai normal )
  • Kerusakan hepatoseluler
  • Infark jantung
  • Kolaps sirkulasi
  • Pankreatitis akut

Sumber : Fk.Wimann, 1994

SGPT ( Serum Glutamik Pyruvik Transaminase ) :

Merupakan enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama Hati. Sering disebut juga ALT ( Alanin Aminotransferase ).

Peningkatan dalam serum darah mengindikasikan adanya trauma atau kerusakan pada hati.

Nilai normal :

Laki-laki sampai dengan 42 U/L

Wanita sampai dengan 32 U/L

Kondisi Yang Menyebabkan Peningkatan SGPT

No Peningkatan SGPT Kondisi / Penyebab
1 Peningkatan
1-3 x nilai normal
  • Pankreatitis
  • Perlemakan hati
  • Sirosis laennec
  • Sirosis biliar
2 Peningkatan
3 – 10 x normal
  • Infeksi mono nuklear
  • Hepatitis kronik aktif
  • Obstruksi empedu extra hepatik
  • Syndrome Reye
  • Infark miokard ( AST >ALT )
3 Peningkatan
> 20 x nilai normal
  • Hepatitis virus
  • Hepatitis toksik

Sumber : Fk.Wimann, 1994

GGT ( Gama – GT / Gama Glutamil Transferase )

Gama Glutamil Transferase adalah enzim yang ditemukan terutama pada jaringan hati dan ginjal. Pemeriksaan ini sensitif untuk mendeteksi macam-macam penyakit hati.

Peningkatan GGT dalam serum menunjukkan adanya,:

  1. Kerusakan hati
  2. Konsumsi alkohol ( 12 – 24 jam setelah konsumsi )
  3. Hepatitis akut maupun kronis, sirosis hati, nekrosis hati
  4. Kanker hati, kanker pankreas, dan kanker prostat
  5. Mononukleasis, penyakit ginjal, paru-paru dan otak.
About these ads

4 Tanggapan to “JENIS PEMERIKSAAN MEDICAL CHECK UP (MCU) BAGI CALON PEGAWAI/KARYAWAN”

  1. jabon said

    by jabon

    wah keren saya suka dengan dunia kedokteran

  2. monika said

    kalo misalnya Hep B carrier bisa jadi PNS ga ya?

  3. fajar said

    infonya sangat membantu! o ya, saya insya allah akan menghadapi mcu di nestle,kira2 apa ya standarnya biar bisa lolos? trimakasi jawabannya

  4. setia said

    mas gigi bungsu saya rusak dua2nya, kalau saya cabut kira pengaruh ga ke medical check up?..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: