AKPER PEMKOT TEGAL

Hidup adalah Proses Belajar dan Berjuang Tanpa Batas

APLIKASI DIAGNOSA NANDA DI RS

Posted by joe pada 29/08/2009

APLIKASI PROSES KEPERAWATAN DENGAN PENDEKATAN NANDA,

NOC DAN NIC DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN

DI RSU BANYUMAS

Jasun, SKep

PENDAHULUAN

Dunia keperawatan di Indonesia terus berkembang, seiring dengan meningkatnya strata pendidikan keperawatan di Indonesia, disamping akses informasi yang sangat cepat di seluruh dunia. Hal itu membawa efek pada kemajuan yang cukup berarti di keperawatan, termasuk dalam dokumentasi proses keperawatan. Dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Bahkan dalam perkembangannya, computer bukan hanya membantu dalam dokumentasi proses keperawatan, tapi pemanfaatannya sampai pada kepentingan manajemen rumah sakit, dimana aktifitas perawatan dapat termonitor dalam sebuah data base rumah sakit.
Lanjutan
HISTORIS SIM KEPERAWATAN RSU BANYUMAS

Tahun 1998, kebijakan manajemen Rumah Sakit Banyumas menghendaki untuk menggunakan komputerisasi dalam Billing System (transaksi keuangan pasien). Dengan menggunakan program Under Dos, rumah sakit merancang system yang baik dalam transaksi pembayaran pasien. Perawat pun tidak mau kehilangan kesempatan, dengan menempel pada software yang dibuat, Standar Asuhan Keperawatan (SAK) pun dibuat dengan menggunakan computer. Cara inipun cukup memudahkan perawat, karena hanya dengan menunjuk pada diagnosa medis, perawat langsung bisa mendapatkan perencanaan keperawatan dalam bentuk print out, yang telah berisi diagnosa dan perencanaan keperawatan. Dalam format yang sangat sederhana, SAK pun berjalan hampIr empat tahun menggunakan perangkat computer. Namun karena keterbatasan perangkat keras, SAK komputerisasi hanya ada di tiga ruang.

Tahun 2002, manajemen menghendaki untuk beralih ke Under Windows dengan banyak alasan. Maka SAK pun ikut berubah mengikuti perubahan system tersebut dengan menggunakan Under Windows. Mulailah ada pemikiran untuk mengembangkan menjadi Sistem Informasi Manajemen Keperawatan, dimana fasilitas yang dibuat menjadi lebih lengkap, dan harapannya bahkan “papper less” untuk seluruh dokumen keperawatan. Maka mulailah membuat sebuah rancangan, menganalisis, mencari referensi, berdiskusi dll. Pemikiran itu tertuang dalam sebuah proposal pengembangan SIM Keperawatan, yang diajukan kepada manajemen.

Tahun 2006 program mulai dibuat, dan pada Maret 2006 program mulai diujicoba. Itupun belum seluruh ruang menggunakan, karena keterbatasan sumber dana yang dimiliki rumah sakit.

PROGRAM-PROGRAM YANG DIRANCANG DALAM SIM KEPERAWATAN

1. Standar Asuhan Keperawatan

Standar Asuhan Keperawatan menggunakan standar Internasional dengan mengacu pada Diagnosa Keperawatan yang dikeluarkan oleh North American Nursing Diagnosis Association, standar outcome keperawatan mengacu pada Nursing Outcome Clasification dan standar intervensi keperawatan mengacu pada Nursing Intervention Clasification (NIC) yang dikeluarkan oleh Iowa Outcomes Project. Standar Asuhan Keperawatn ini juga telah dilengkapi dengan standar pengkajian perawatan dengan mengacu pada 13 Divisi Diagnosa Keperawatan yang disusun oleh Doenges dan Moorhouse dan standar evaluasi keperawatan dengan mengacu pada kriteria yang ada dalam Nursing Outcome Clasification (NOC) dengan model skoring.

2. Standart Operating Procedure (SOP)

Standart Operating Procedure (SOP) adalah uraian standar tindakan perawatan yang terdapat dalam standar asuhan keperawatan. SOP merupakan aktifitas detail dari NIC.

3. Discharge Planning

Discharge Planning adalah uraian tentang perencanaan dan nasihat perawatan setelah pasien dirawat darii rumah sakit. Dalam sistem, discharge planning sudah tersedia uraian dimaksud, perawat tinggal print out yang selanjutnya hasil print out tersebut dibawakan pasien pulang.

4. Jadwal dinas perawat

Jadwal dinas perawat dibuat secara otomatis oleh program komputer, sehingga penanggung jawab ruang tinggal melakukan print.

5. Penghitungan angka kredit perawat

Masalah yang banyak dikeluhkan oleh perawat adalah pembuatan angka kredit, dikarenakan persepsi yang berbeda antara Urusan Kepegawaian dengan tenaga perawat. Disamping itu, kesempatan perawat untuk menghitung angka kredit sangat sedikit. Sehingga penghitungan angka kredit banyak yang tertunda dan tidak valid.

Sistem yang dibuat dalam SIM Keperawatan, angka kredit merupakan rekapan dari aktifitas perawat sehari-hari, yang secara otomatis akan dapat diakses harian, mingguan atau bulanan.

6. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak

Daftar diagnosa keperawatan direkapitulasi oleh sistem berdasar input perawat sehari-hari. Penghitungan diagnosa keperawatan bermanfaat untuk pembuatan standar asuhan keperawatan.

7. Daftar NIC terbanyak

Adalah rekap tindakan keperawatan terbanyak berdasarkan pada masing-masing diagnosa keperawatan yang ada.

8. Laporan Implementasi

Laporan implementasi adalah rekap tindakan-tindakan perawatan pada satu periode, yang dapat difilter berdasar ruang, pelaksana dan pasien. Laporan ini dapat menjadi alat monitoring yang efektif tentang kebutuhan pembelajaran bagi perawat. Laporan implementasi juga dapat dijadikan alat bantu operan shift.

9. Laporan statistik

Laporan statistik yang di munculkan dalam sistem informasi manajaman keperawatan adalah laporan berupa BOR, LOS, TOI dan BTO di ruang tersebut.

10. Resume Perawatan

Dalam masa akhir perawatan pasien rawat inap, resume keperawatan harus dicantumkan dalam rekam medik. Resume perawatan bermanfaat untuk melihat secara global pengelolaan pasien saat dirawat sebelumnya, jika pasien pernah dirawat di rumah sakit. Dalam sistem, resume perawatan dicetak saat pasien akan keluar dari perawatan. Komputer telah merekam data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan resume perawatan.

11. Daftar SAK

Standar Asuhan Keperawatan yang ideal adalah berdasarkan evidance based nursing, yang merupakan hasil penelitian dari penerapan standar asuhan keperawatan yang ada. Namun karena dokumen yang tidak lengkap, SAK banyak diadopsi hanya dari literatur yang tersedia. Dalam sistem informasi manajemen keperawatan, SAK berdasarkan rekapan dari sistem yang telah dibuat.

12. Presentasi Kasus On Line

Sistem dengan jaringan WiFi memungkinkan data pasien dapat diakses dalam ruang converence. Maka presentasi kasus kelolaan di ruang rawat dapat dilakukan on line ketika pasien masih di rawat.

13. Mengetahui Jasa Perawat

Dengan system integrasi dengan SIM RS, memugkinkan perawat mengetahui jasa tindakan yang dilakukannya.

14. Monitoring Tindakan Perawat & Monitoring Aktifitas Perawat

Manajemen perawatan dapat mengakses langsung tindakan-tindakan yang dilakukan oleh perawat, dan mengetahui pula masing-masing perawat telah melakukan aktifitas keperawatan apa.

15. Laporan Shift

Laporan shift merupakan rekapan dari aktifitas yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh perawat, tergantung item mana yang akan dilaporkan pada masing-masing pasien.

16. Monitoring Pasien oleh PN atau Kepala Ruang saat sedang Rapat

Monitoring pasien oleh PN atau Kepala Ruang dapat dilakukan ketika PN atau Kepala Ruang sedang rapat di ruang converence. Akan diketahui apakah seorang pasien telah dilakukan pegkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi atau belum.

HAL HAL YANG DISIAPKAN DALAM PENERAPAN SIM KEP

1. Hard Ware

a. Perangkat keras berupa PC / CPU pada masing-masing ruang implementasi, yang terhubung dengan jaringan.

b. Printer digunakan untuk mencetak dokumen yang telah dibuat..

c. Note Book atau Laptop digunakan untuk memasukan data-data saat penglkajian di samping pasien. Dengan menggunakan Note Book diharapkan pengkajian menjadi valid.

d. WiFi adalah perangkat keras untuk menghubungkan Note Book dengan jaringan, sehingga tidak mengunakan kabe, tapi dengan wireless.

2. Soft Ware

Program yang dibuat sesuai dengan kebutuhan perawat.

3. Brain Ware

Pembentukan Mind Set bukan sesuatu yang mudah bagi perawat. Istilah gagap teknologi, tidak percaya diri dengan membawa Note Book ke hadapan pasien, merasa repot dan lain-lain akan menjadi faktor penentu yang cukup signifikan bagi keberhasilan penerapan SIM Keperawatan.

4. Skill

Ketrampilan perawat juga merupakan factor penting yang tidak bisa diabaikan, mengingat standar yang dipakai adalah standar internasional. Bahasa label dalam NIC adalah sesuatu yang baru, belum popular disamping membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam.

HAMBATAN DAN SOLUSI

1. Hard Ware

Pengadaan hardware membutuhkan dana yang cukup banyak. Dengan seperangkat hardware untuk satu ruang (PC, Notebook, WiFi, Printerdan PDA) minimal membutuhkan dana sebesar Rp. 21.000.000,- Maka solusi yang dapat diambil adalah dengan pengadaan secara bertahap.

2. Sistem baru

Softare yang dibuat relative baru dan sangat teoritis. Dengan demikian membutuhkan sosialisasi yang terus menerus dan komunikasi yang berkesinambungan. Disamping itu, dorongan secara psikologis juga diperlukan, agar perawat percaya diri menggunakan notebook di hadapan pasien.

Dengan memperhatikan hal-hal yang terkait dengan penerapan SIM Keperawatan, maka “Komunitas Perawatan” menjadi kelompok yang sangat berperan, yang merupakan motor penggerak profesi keperawatan di rumah sakit.

PENUTUP

Upaya upaya perbaikan agar profesi perawatan menjadi lebih baik harus selalu diupayakan dari berbagai sisi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi. Maka mudah-mudahan system ini memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan perawatan di Indonesia.

Lampiran :

MAPPING NANDA DENGAN 11 POLA FUNGSIONAL GORDON

POLA 1 HEALTH-PERCEPTION/HEALTH

MANAGEMENT

Adult failure to thrive

Dentition, altered*

Development, risk for altered

Growth & development, altered

Health-seeking behaviors (specify)

Home maintenance management,

impaired

Infection, risk for

Injury, risk for

Knowledge deficit

Management of therapeutic regimen,

ineffective

Noncompliance, (specify)

Poisoning, risk for

Protection, altered

Relocation stress syndrome

Suffocation, risk for

Surgical recovery, delayed*

Trauma, risk for

POLA 2 NUTRITIONAL/METABOLISM

Body temperature, risk for altered

Breastfeeding, effective

Breastfeeding, ineffective, interrupted

Hyperthermia

Development, risk for altered

Hypothermia

Nausea*

Nutrition, altered: less than body

requirements

Nutrition, altered: risk for more than

body requirements

Oral mucous membrane, altered

Swallowing, impaired

Thermoregulation, ineffective

- SKIN INTEGRITY

Skin integrity, impaired

Skin integrity, risk for impaired

Tissue integrity, impaired

POLA 3 ELIMINATION

Constipation, (risk for*)

Constipation, colonic

Constipation, perceived

Diarrhea

Incontinence, bowel

Incontinence, urinary: functional

reflex, stress, total

Urinary elimination, altered patterns of

Urinary retention

Urinary urge incontinence*

POLA 4 ROLE-RELATIONSHIP

Altered family process

Coping, defensive

Development, risk for altered

Family processes, altered

Grieving: anticipatory/dysfunctional

Loneliness, risk for

Parent/Infant/Child attachment,

risk for altered

Parental role conflict

Parenting, altered

Parenting, risk for altered

Role performance, altered

Social interaction, impaired

Social isolation

Violence, risk for: self-directed or

directed at others

SEXUALITY-REPRODUCTION

Breastfeeding, effective

Breastfeeding, ineffective, interrupted

Disorganized infant behavior, potential

for enhanced

Sexual dysfunction

Sexuality patterns, altered

Rape-trauma syndrome

Rape-trauma syndrome: compound

reaction, silent reaction

POLA 5 COPING-STRESS TOLERANCE

Adjustment, impaired

Caregiver role strain

Caregiver role strain, risk for

Coping (family), ineffective:

compromised, disabling

Coping (family), potential for enhanced

Coping (individual), ineffective

Coping (community), potential for

enhanced

Death anxiety*

Post-trauma syndrome (risk for*)

Self-mutilation, risk for

Sorrow, chronic*

POLA 6 VALUE-BELIEF

Decisional Conflict

Spiritual distress (distress of the

human

spirit) (risk for*)

Potential for enhanced spiritual

well-being

POLA 7 SLEEP & REST PATTERN

Development, risk for altered

Sleep pattern disturbance

POLA 8 SELF PERCEPTION & SELF-CONCEPT

Anxiety

Body Image Disturbance

Development, risk for altered

Fear

Hopelessness

Personal Identity Disturbance

Powerlessness

Self-Esteem – Chronic Low, Disturbance,

Situational Low

Self-Mutilation, Risk for

POLA 9 ACTIVITY/EXERCISE

Activity intolerance

Activity intolerance, risk for

Bed mobility, impaired*

Diversional activity deficit

Fatigue

Mobility, impaired physical

Perioperative positioning injury

Peripheral neurovascular

dysfunction,

risk for

Physical mobility, impaired

Self-care deficit: bathing/hygiene,

dressing/grooming, feeding,

toileting

Transfer ability, impaired*

Ventilation, inability to sustain

spontaneous

Ventilatory weaning response,

dysfunctional

Walking, impaired*

Wheelchair mobility, impaired*

POLA 10 OXYGENATION/CIRCULATION

Airway clearance, ineffective

Aspiration, risk for

Breathing pattern, ineffective

Cardiac Output, decreased

Dysfunctional ventilatory weaning

response

Fluid volume deficit

Fluid volume excess

Gas exchange, impaired

Latex allergy response (risk for)*

Tissue perfusion, altered:

- cardiopulmonary, cerebral,

gastrointestinal, peripheral, renal

POLA 11 COGNITIVE/PERCEPTUAL

Adaptive capacity: intracranial,

decreased

Anxiety

Autonomic dysreflexia, risk for*

Body image disturbance

Confusion, acute

Confusion, chronic

Decisional conflict

Disorganized infant behavior, potential

for enhanced

Disuse syndrome, risk for

Dysreflexia

Energy field disturbance

Environmental interpretation

syndrome, impaired

Fear

Hopelessness

Memory impaired

Pain

Pain, chronic

Personal identity disturbance

Powerlessness

Self-esteem disturbance: chronic low;

situational low

Sensory/perceptual alterations (specify):

visual, auditory, kinesthetic, gustatory,

tactile, olfactory

Thought processes; altered

Unilateral neglect

Daftar NOC

1301

Adaptasi anak terhadap hhospitalisasi

1703

Kesehatan mental: sumber-sumber kesehatan

118

Adaptasi bayi baru lahir

1100

Kesehatan mulut

2200

Adaptasi pemberi perawatan terhadap pasien

2001

Kesehatan spirital

200

Ambulasi: berjalan

600

Keseimbangan asam basa dan elektrolit

201

Ambulasi: di kursi roda

601

Keseimbangan cairan

1

Daya tahan

1204

Keseimbangan suasana hati

1908

Deteksi risiko

2508

Kesejahteraan pemberi perawatan

1504

Dukungan sosial

1203

Kesepian

501

Eliminasi faeses

1503

Ketertiban sosial

6

Energi psikomotor

1502

Ketrampilan interaksi sosial

2602

Fungsi keluarga

903

Komunikasi: Kemampuan manyatakan

209

Fungsi otot

904

Komunikasi: Kemampuan menerima

119

Fungsi seksual

205

Konsekuensi Immobilisasi: psikokognitif

2400

Fungsi sensori: kulit

204

Konsekuensi immobilitas: psikologi

2401

Fungsi sensori: pendengaran

1407

Konsekuensi substansi adiksi

2404

Fungsi sensori: penglihatan

905

Konsentrasi

2403

Fungsi sensori: perasa dan pembau

2

Konservasi energi

2402

Fungsi sensori: proprioception

500

Kontinensia faeses

211

Fungsi skeletal

1401

Kontrol agresi

1200

Gambaran diri

1409

Kontrol depresi

2203

Gangguan gaya hidup pemberi perawatan

1403

Kontrol distorsi pikiran

206

Gerakan sendi: aktif

1608

Kontrol gejala

207

Gerakan sendi: pasif

2300

Kontrol gula darah

1201

Harapan

701

Kontrol hipersensitifitas imun

1205

Harga diri

2801

Kontrol komunitas beresiko: penyakit kronis

602

Hidrasi

2802

Kontrol komunitas beresiko: penyakit menular

2204

Hubungan pasien dengan pemberi perawatan

2803

Kontrol komunitas beresiko: petunjuk terpapar

1202

Identitas

1605

Kontrol nyeri

1207

Identitas seksual: acceptance

1405

Kontrol rangsangan

1105

Integritas akses dialisis

1404

Kontrol rasa takut

1101

Integritas jaringan: membran mukosa dan kulit

700

Kontrol reaksi tranfusi darah

2603

Integritas keluarga

1902

Kontrol risiko

3

Istirahat

1903

Kontrol risiko: gangguan alkohol

1500

Kasih sayang orang tua anak

1915

Kontrol risiko: gangguan pendengaran

2004

Kemampuan fisik

1916

Kontrol risiko: gangguan penglihatan

900

Kemampuan kognitif

1917

Kontrol risiko: kanker

902

Kemampuan komunikasi

1907

Kontrol risiko: kehamilan tak diinginkan

2700

Kemampuan komunitas

1914

Kontrol risiko: kesehatan kardiovaskular

115

Kematangan fisik: laki-laki

1904

Kontrol risiko: penggunaan obat

114

Kematangan fisik: perempuan

1906

Kontrol risiko: penggunaan tembakau

2103

Keparahan gejala

1905

Kontrol risiko: penyakit menular seksual

2104

Keparahan gejala: perimenopause

1402

Kontrol terhadap ansietas

2105

Keparahan gejala: sindrom premenstruasi

704

Kontrol terhadap asma

2202

Kesediaan home care

1918

Kontrol terhadap aspirasi

2506

Kesehatan emosional pemberi perawatan

1400

Kontrol tingkah laku kasar

2507

Kesehatan fisik pemberi perawatan

1302

Koping

2800

Kesehatan komunitas: imunitas

2600

Koping keluarga

1700

Kesehatan mental

2000

Kualitas hidup

1704

Kesehatan mental: ancaman yang dirasakan

1208

Level depresi

1701

Kesehatan mental: kemampuan untuk melakukan

2100

Level nyaman

1702

Kesehatan mental: kontrol yang dirasakan

2102

Level nyeri

2601

Lingkungan keluarga: internal

1823

Pengetahuan: peningkatan kesehatan

1613

Membimbing perawatan diri

1824

Pengetahuan: perawatan bayi

908

Memori

1805

Pengetahuan: perilaku kesehatan

1002

Mempertahankan menyusui

1807

Pengetahuan: persalinan

1300

Menerima status kesehatan

1818

Pengetahuan: postpartum

117

Mengelola bayi preterm

1822

Pengetahuan: prekonsepsi

1003

Menghentikan menyusui

1814

Pengetahuan: prosedur pengobatan

2500

Menghentikan penyalahgunaan

1803

Pengetahuan: proses penyakit

1303

Meninggal dengan bermartabat

1806

Pengetahuan: sumber sumber kesehatan

1000

Menyusui mandiri: infant

1104

Penyembuhan tulang

1001

Menyusui mandiri: maternal

1305

Penyesuaian psikososial: perubahan hidup

2604

Normalisasi keluarga

300

Perawatan diri: aktivitas sehari-hari

2101

Nyeri: efek mengganggu

302

Perawatan diri: berpakaian

1306

Nyeri: respon psikologi

305

Perawatan diri: kebersihan diri

1705

Orientasi kesehatan

304

Perawatan diri: kerapihan

901

Orientasi kognitif

303

Perawatan diri: makan

2211

Parenting

301

Perawatan diri: mandi

1901

Parenting: keamanan sosial

306

Perawatan diri: membantu aktifitas sehari-hari

116

Partisipasi bermain

308

Perawatan diri: oral hygiene

1604

Partisipasi dalam waktu luang

307

Perawatan diri: pengobatan non parenteral

2605

Partisipasi keluarga dalam perawatan profesional

309

Perawatan diri: pengobatan parenteral

1606

Partisipasi: keputusan perawatan kesehatan

310

Perawatan diri: toileting

2302

Pembersihan toksin sistemik: dialisa

405

Perfusi jaringan: jantung

2504

Pemulihan dari penyalahgunaan: Fisik

404

Perfusi jaringan: organ abdomen

2505

Pemulihan dari penyalahgunaan: Sexual

406

Perfusi jaringan: otak

2503

Pemulihan dari penyalahgunaan:Finansial

407

Perfusi jaringan: perifer

2512

Pemulihan kelalaian

408

Perfusi jaringan: pulmonar

2502

Pemulihan penyalahgunaan: Emosional

1900

Perilaku imunisasi

2205

Penampilan pemberi perawatan: perawatan langsung

1911

Perilaku keamanan: individu

2206

Penampilan pemberi perawatan: perawatan tidak langsung

1913

Perilaku keamanan: injuri fisik

1501

Penampilan peran

1912

Perilaku keamanan: kejadian jatuh

906

Pengambilan keputusan

1910

Perilaku keamanan: lingkungan fisik rumah

1406

Pengendalian mutilasi diri

1909

Perilaku keamanan: mencegah jatuh

1408

Pengendalian: bunuh diri

1607

Perilaku kesehatan prenatal

1820

Pengetahuan: menejemen diabetes

1600

Perilaku ketaatan

1811

Pengetahuan: aktifitas yang diperbolehkan

1610

Perilaku kompensasi pendengaran

1813

Pengetahuan: aturan pengobatan

1603

Perilaku mencari kesehatan

1802

Pengetahuan: diet

1602

Perilaku meningkatkan kesehatan

1815

Pengetahuan: fungsi seksual

1601

Perilaku pemenuhan

1801

Pengetahuan: keamanan anak

103

Perkembangan anak: 12 bln

1809

Pengetahuan: keamanan diri

100

Perkembangan anak: 2 bln

1810

Pengetahuan: kehamilan

104

Perkembangan anak: 2 tahun

1825

Pengetahuan: kesehatan ibu dan anak

105

Perkembangan anak: 3 tahun

1804

Pengetahuan: konsevasi energi

101

Perkembangan anak: 4 bln

1819

Pengetahuan: kontrol infeksi

106

Perkembangan anak: 4 tahun

1812

Pengetahuan: kontrol penggunaan substansi

107

Perkembangan anak: 5 tahun

1808

Pengetahuan: medikasi

102

Perkembangan anak: 6 bln

1800

Pengetahuan: menyusui

109

Perkembangan anak: adolescence (12-17 tahun)

1821

Pengetahuan: pencegahan konsepsi

108

Perkembangan anak: masa anak-anak (6-11 tahun)

1816

Pengetahuan: peningkatan fertilitas

2501

Perlindungan penyalahgunaan

400

Pompa jantung efektif

203

Posisioning tubuh: mengawali sendiri

2210

Potensial daya tahan pemberian perawatan

907

Proses informasi

1304

Resolusi kehilangan

2301

Respon terhadap pengobatan

202

Seimbang

111

Status fetus: antepartum

112

Status fetus: intrapartum

2509

Status Ibu: ante partum

2510

Status Ibu: intra partem

2511

Status Ibu: post partum

702

Status imun

703

Status infeksi

2606

Status kesehatan keluarga

2701

Status kesehatan komunitas

409

Status koagulasi

1010

Status menelan

1011

Status menelan: fase oesophageal

1013

Status menelan: fase oral

1012

Status menelan: fase pharingeal

909

Status neurologi

912

Status neurologi: kesadaran

911

Status neurologi: kontrol sentral motor

910

Status neurologi: otonomik

913

Status neurologi: sensor kranial/fungsi motor

914

Status neurologi: sensor spinal/fungsi motor

1004

Status nutrisi

1009

Status nutrisi: asupan gizi

1008

Status nutrisi: asupan makanan dan cairan

1007

Status nutrisi: energi

1005

Status nutrisi: kadar biokimia

1006

Status nutrisi: massa tubuh

113

Status penuaan fisik

410

Status respirasi: jalan nafas paten

402

Status respirasi: pertukaran gas

403

Status respirasi: ventilasi

401

Status sirkulasi

2208

Stressor pemberi perawatan

800

Termoregulasi

801

Termoregulasi: neonatus

4

Tidur

208

Tingkat mobilitas

2003

Tingkat penderitaan

5

Toleransi terhadap aktifitas

110

Pertumbuhan

About these ads

6 Tanggapan to “APLIKASI DIAGNOSA NANDA DI RS”

  1. devi berkata

    mas tolong saya diinfo bagaimana cara mendapatkan software nya ??? atw jika beli dimana belinnya, terimakasih

    • joe berkata

      ms to mba ya…klo software aplikasi dx trsb adlh hak cipta tentunya harganya mahal.Tp klo mau beli cb ja tanya dg mr jasun,skp di rsud banyumas..krn disana sdh mulai menerapkan sofwar itu. sy jg pnya contoh sofwaenya cm tak cari2 belm ketemu…maaf ya.kpn2 barangkali nanti ketemu insy sy posting disini u/ bs diunduh

      • devi berkata

        ok mas d tunggu atw mungkin ada info mas jasun sKP bisa di hub dimana ya??? mksh byk, karena kebetulan saya ini bekerja di RSUD bONTANG Kalimantan timur yang sangat memerlukan bantuan demi perkembangan keperawatan di kota kami. mksh

      • joe berkata

        ini aja..cb buka blognya beliau, krn beliau jg aktif menulis di blog komite keperawatan banyumas. Nih alamatnya : http://banyumasperawat.wordpress.com/ clik aja langsung alamat terebut

  2. dhaz berkata

    tlong krimi softwarenya pak, to bgmn cra mnndptknnyaa… maksih..

  3. saya mau tanya…
    bagaimana NANDA bisa diterapkan di Dunia kerja…
    di lingkungan saya bekerja, jarang askep diterapkan…
    trima kasih…
    salam sejawat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: